top of page

Pemantauan Kualitas Air Limbah Dalam Jaringan (SPARING)

Sep 2
3 min read

Updated: 4 days ago

Sektor industri menghasilkan air limbah dari berbagai kegiatan produksi dan operasional. Jika tidak dikelola dengan baik, air limbah dapat membawa bahan pencemar yang berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan. Oleh karena itu, pemantauan kualitas air limbah diperlukan untuk mengetahui kondisi efluen dan memastikan pengelolaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus-Menerus dan Dalam Jaringan) menjadi salah satu teknologi yang digunakan untuk mendukung pemantauan tersebut pada jenis usaha dan kegiatan yang memenuhi ketentuan. Lalu, apa manfaatnya bagi pengelolaan air limbah industri?


Pengertian SPARING Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup

SPARING merupakan sistem pemantauan kualitas air limbah secara otomatis, terus-menerus, dan dalam jaringan yang digunakan untuk memantau, mencatat, serta melaporkan pengukuran parameter atau debit air limbah. Ketentuan mengenai SPARING diatur dalam Permen LHK No. P.93 Tahun 2018 sebagaimana diubah melalui Permen LHK No. P.80 Tahun 2019.


Penerapan SPARING mendukung pengawasan kualitas air limbah secara lebih teratur. Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengetahui perubahan kualitas air limbah dan membantu perusahaan mengevaluasi kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).


Mengapa Pemantauan Kualitas Air Limbah Harus Dilakukan?

Pemantauan kualitas air limbah diperlukan untuk memastikan air limbah yang dibuang ke lingkungan memenuhi baku mutu air limbah sesuai dengan jenis kegiatan dan ketentuan yang berlaku. Pengukuran juga dapat membantu mengetahui perubahan parameter kualitas air limbah yang mungkin menunjukkan adanya gangguan pada proses pengolahan.


Selain mendukung kepatuhan terhadap regulasi, pemantauan dapat menjadi bagian dari evaluasi kinerja IPAL. Apabila terjadi perubahan atau peningkatan parameter pencemar, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan dan tindakan perbaikan terhadap proses pengolahan.


Dengan demikian, pemantauan kualitas air limbah berperan dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan operasional industri yang lebih terkontrol.


Jenis Industri dan Parameter Pemantauan Kualitas Air Limbah Menggunakan SPARING

Penerapan SPARING ditujukan bagi jenis usaha dan kegiatan yang memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam regulasi. Jenis kegiatan tersebut mencakup beberapa sektor industri dengan karakteristik air limbah dan parameter pemantauan yang berbeda.


Beberapa sektor yang termasuk dalam ketentuan penerapan SPARING antara lain industri pulp dan kertas, rayon, kelapa sawit, pengolahan minyak bumi, petrokimia, pertambangan, serta sektor lainnya sesuai peraturan yang berlaku.


Parameter yang dipantau melalui SPARING disesuaikan dengan karakteristik air limbah dan regulasi yang berlaku pada setiap sektor. Beberapa parameter yang umum digunakan dalam pemantauan kualitas air limbah antara lain:

  • pH, untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan air limbah.

  • COD, untuk mengetahui kebutuhan oksigen dalam proses oksidasi bahan organik secara kimia.

  • TSS, untuk mengetahui konsentrasi padatan tersuspensi dalam air limbah.

  • NH3-N, untuk mengetahui kandungan nitrogen dalam bentuk amonia.

  • Debit, untuk mengetahui laju aliran air limbah yang dibuang.


Pemantauan parameter tersebut secara otomatis membantu menghasilkan data yang lebih teratur, sehingga perubahan kondisi air limbah dapat diketahui dan dievaluasi.


Manfaat dan Peran SPARING dalam Pengelolaan Air Limbah Industri

SPARING tidak hanya berfungsi sebagai perangkat pemantauan, tetapi juga mendukung pengelolaan air limbah industri melalui penyediaan data kualitas efluen secara terus-menerus. Data tersebut digunakan sebagai dasar evaluasi, pengawasan, dan pengambilan keputusan.


1. Manfaat untuk Lingkungan

Pemantauan kualitas air limbah membantu mengetahui perubahan kondisi efluen sebelum atau saat dibuang ke lingkungan. Apabila terjadi peningkatan parameter pencemar, kondisi tersebut dapat segera diketahui untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Dengan demikian, penggunaan SPARING dapat mendukung upaya pengendalian pencemaran dan membantu menjaga kualitas badan air di sekitar kawasan industri.


2. Manfaat bagi Reputasi Perusahaan

Penerapan sistem pemantauan kualitas air limbah menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan secara bertanggung jawab. Ketersediaan data pemantauan juga dapat mendukung proses evaluasi dan pelaporan lingkungan.


Pengelolaan yang baik dapat membantu meningkatkan kepercayaan dari pemerintah, masyarakat, mitra usaha, dan pemangku kepentingan terhadap perusahaan.


3. Manfaat untuk Kesehatan

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi mencemari sumber air yang digunakan masyarakat dan meningkatkan risiko paparan bahan pencemar. Pemantauan kualitas air limbah membantu mengidentifikasi perubahan kondisi efluen, sehingga potensi pelepasan air limbah yang tidak memenuhi ketentuan dapat segera ditindaklanjuti.


Oleh karena itu, pengelolaan air limbah yang didukung pemantauan SPARING dapat membantu menjaga kualitas sumber air dan mengurangi potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat.


4. Manfaat untuk Ekonomi

Data pemantauan SPARING dapat membantu perusahaan mengevaluasi kinerja IPAL dan mengidentifikasi perubahan proses yang memerlukan tindakan perbaikan. Pengawasan yang lebih teratur juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan pengolahan yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan.


Selain itu, pengelolaan air limbah yang baik dapat membantu perusahaan mengurangi risiko ketidakpatuhan terhadap regulasi serta potensi kerugian akibat pencemaran lingkungan.


Sumber:

Comments


bottom of page