Pentingnya Pemantauan Kualitas Air untuk Industri dan Lingkungan

Air merupakan sumber daya penting bagi kehidupan manusia dan keberlangsungan berbagai sektor. Seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi, kebutuhan akan air terus meningkat. Kondisi ini membuat pengelolaan dan pemantauan kualitas air semakin penting untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan sumber daya air.
Pentingnya Sumber Daya Air untuk Multisektor
Sumber daya air memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan multisektor yang masif. Dalam lingkup domestik, masyarakat bergantung penuh pada air bersih untuk dikonsumsi dan sanitasi sehari-hari.
Di sektor pertanian, debit air yang sehat menjadi faktor penting dalam produktivitas lahan dan keberlanjutan ketahanan pangan nasional. Sementara di sektor industri dan komersial, air digunakan sebagai bahan baku utama, media pendingin mesin (cooling tower), hingga sarana pembersih utama.
Tujuan Pemantauan Kualitas Air
Secara umum, pemantauan kualitas air dilakukan guna menyediakan basis data yang valid mengenai kondisi parameter fisik, kimia, dan biologi suatu badan air. Hal ini bertujuan untuk menguji kelayakan air sebelum dimanfaatkan oleh masyarakat atau industri, mendeteksi secara dini adanya pencemaran berbahaya, serta mengevaluasi efektivitas pengelolaan lingkungan.
Menurut ahli lingkungan Mason (1993), kegiatan pemantauan terhadap parameter kualitas air dirancang khusus untuk memenuhi tiga tujuan utama, yaitu:
Environmental Surveillance (Surveilan Lingkungan), bertujuan untuk mendeteksi dan mengukur pengaruh yang ditimbulkan oleh suatu pencemar terhadap kualitas lingkungan dan mengetahui perbaikan kualitas lingkungan setelah pencemar tersebut dihilangkan.
Establishing Water-Quality Criteria (Penyusunan Kriteria Kualitas Air), bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara perubahan variabel ekologi perairan dengan parameter fisika dan kimia, untuk mendapatkan baku mutu kualitas air.
Appraisal of Resources (Penilaian Sumber Daya), bertujuan untuk memperoleh visualisasi dan penilaian menyeluruh mengenai potret kualitas air pada suatu wilayah atau lokasi tertentu secara representatif.
Tantangan dan Pengaruh Aktivitas Industri terhadap Kualitas Air
Pesatnya pertumbuhan sektor manufaktur membawa tantangan lingkungan yang cukup kompleks. Tanpa tata kelola yang bijak, aktivitas pabrik dapat memberikan pengaruh buruk yang signifikan terhadap penurunan kualitas air di sekitarnya.
1. Bahan Baku Berbahan Kimia Berbahaya
Banyak sektor industri menggunakan bahan baku kimia berbahaya dalam proses produksinya. Residu dari proses produksi ini berpotensi menghasilkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) serta limbah non-B3 cair yang pekat. Jika dialirkan langsung tanpa pengolahan optimal ke badan air permukaan seperti sungai, zat kimia berbahaya ini akan menguras oksigen terlarut (DO), memicu akumulasi logam berat beracun, dan menurunkan kualitas air.
2. Ketentuan Hukum untuk Pemantauan Kualitas Air Limbah
Pemerintah Indonesia menerapkan regulasi hukum bagi seluruh pelaku industri untuk mengendalikan kerusakan lingkungan. Mengacu pada peraturan seperti Permen LHK Nomor 5 Tahun 2021, pelaku usaha yang menghasilkan sisa produksi cair perlu memiliki dokumen Persetujuan Teknis (Pertek) Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah dan Surat Kelayakan Operasional (SLO) sebelum melakukan pembuangan air limbah. Penegakan hukum diperkuat guna menekan angka pencemaran.
3. Solusi Teknologi untuk Pemantauan Kualitas Air Limbah
Untuk menjawab tantangan keterbatasan pemantauan manual, Kementerian LHK mewajibkan implementasi teknologi pemantauan otomatis berbasis digital. Solusi utama yang diatur dalam regulasi KLHK adalah SPARING (Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan).
SPARING merupakan teknologi sensor otomatis berbasis IoT yang dipasang langsung pada titik penataan air limbah industri. Sensor SPARING digunakan untuk mengukur parameter kritis seperti pH, COD, TSS, hingga debit air limbah, lalu secara otomatis mentransmisikan datanya ke server KLHK dan dashboard secara real-time.
Sumber:



Comments