top of page

Panduan Regulasi ONLIMO dari KLHK untuk Pemantauan Kualitas Air Sungai dan Danau

Jun 24
3 min read

Pemantauan kualitas air pada sungai dan danau tidak bisa hanya mengandalkan pengambilan sampel manual secara berkala. Kondisi perairan terbuka dapat berubah dengan cepat akibat limpasan limbah domestik, aktivitas industri di hulu, perubahan cuaca, hingga fluktuasi debit air. Karena itu, kebutuhan akan sistem pemantauan kualitas air yang bekerja secara otomatis dan real-time semakin penting, terutama untuk mendukung pengawasan lingkungan hidup di tingkat daerah.


Salah satu sistem yang banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah ONLIMO. Dalam konteks pemantauan kualitas air di Indonesia, ONLIMO menjadi pendekatan penting untuk memantau kondisi sungai, danau, waduk, atau badan air penerima secara online, kontinu, dan terintegrasi. Kehadiran sistem ini juga sejalan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan instansi lingkungan untuk memperoleh data kualitas air yang lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi.


Apa Itu ONLIMO?

Online Monitoring atau ONLIMO ini merupakan sistem pemantauan kualitas air yang bekerja secara otomatis, kontinu, dan daring dengan bantuan sensor, data logger, serta sistem komunikasi data. Sistem ini memungkinkan pembacaan kualitas air dilakukan secara real-time dari titik pemantauan yang dipasang langsung di badan air seperti sungai dan danau, lalu menampilkan hasilnya melalui dashboard monitoring untuk memudahkan pengawasan berkala.


Regulasi ONLIMO dari KLHK sebagai Dasar Implementasi

Penerapan ONLIMO di Indonesia mengacu pada arahan teknis dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), salah satunya melalui Peraturan Direktur Jenderal PPKL Nomor P.8/PPKL/PPA/PKL.2/8/2019 tentang petunjuk teknis pemantauan kualitas air secara otomatis, kontinyu, dan online. Regulasi ini menjadi salah satu acuan penting dalam pembangunan sistem pemantauan kualitas air permukaan berbasis online monitoring.


Dalam praktiknya, regulasi tersebut menegaskan bahwa pemantauan kualitas air tidak hanya dilakukan melalui sampling berkala, tetapi juga diarahkan pada sistem pengawasan yang lebih modern dan berbasis data. Bagi pemerintah daerah dan instansi lingkungan, pemahaman terhadap regulasi ini penting agar implementasi ONLIMO selaras dengan kebutuhan pelaporan, pengawasan, dan pengelolaan kualitas air di lapangan.


Mengapa ONLIMO Penting untuk Sungai dan Danau?

Sungai dan danau merupakan perairan terbuka yang sangat dinamis. Kondisinya dapat berubah karena curah hujan, aktivitas masyarakat, pembuangan limbah, maupun faktor alam lainnya. Jika pemantauan hanya dilakukan beberapa kali dalam satu bulan, perubahan kualitas air di antara periode sampling berisiko tidak terdeteksi.


Dengan ONLIMO, pengelola lingkungan dapat memantau kualitas air secara lebih responsif. Sistem ini membantu mendeteksi perubahan mutu air lebih dini, menyediakan data historis yang lebih lengkap, dan mendukung evaluasi kondisi badan air secara berkelanjutan. Untuk wilayah yang memiliki sungai prioritas, danau, waduk, atau intake air baku, penggunaan ONLIMO menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengawasan kualitas air berbasis data lapangan.


Parameter yang Umumnya Dipantau ONLIMO

Dalam implementasinya, ONLIMO dapat digunakan untuk memantau berbagai parameter kualitas air, seperti:

  • pH

  • Dissolved Oxygen (DO)

  • Temperature

  • Turbidity

  • Conductivity

  • TDS

  • COD, BOD, TSS, atau parameter organik tertentu sesuai kebutuhan lokasi


Pemilihan parameter perlu disesuaikan dengan kondisi sungai atau danau, potensi sumber pencemar di sekitar lokasi, serta tujuan pemantauan dari instansi pengelola. Oleh karena itu, sistem ONLIMO yang baik umumnya tidak bersifat seragam, melainkan dirancang berdasarkan kebutuhan lapangan dan target pengawasan kualitas air yang ingin dicapai.


Implementasi ONLIMO untuk Pemantauan Lingkungan Hidup Daerah

Bagi pemerintah daerah, keberadaan ONLIMO sangat relevan dalam pengelolaan lingkungan hidup, terutama untuk pemantauan kualitas air pada sungai prioritas, danau, waduk, atau badan air yang menjadi sumber air baku masyarakat. Dengan sistem online monitoring, instansi lingkungan dapat memperoleh data lapangan secara lebih cepat tanpa harus selalu bergantung pada sampling manual.


Implementasi ONLIMO dapat membantu daerah untuk:

  • memantau kondisi kualitas air sungai dan danau secara real-time,

  • mengidentifikasi perubahan mutu air lebih dini,

  • mendukung evaluasi pencemaran pada wilayah prioritas,

  • menyediakan data lingkungan yang lebih terstruktur untuk pelaporan dan pengawasan,

  • serta memperkuat pengambilan keputusan berbasis data di sektor lingkungan hidup.


Karena itu, ONLIMO tidak hanya relevan bagi sektor industri, tetapi juga bagi pemerintah daerah yang membutuhkan sistem pemantauan air permukaan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.


Tantangan Implementasi ONLIMO di Lapangan

Meski menawarkan banyak manfaat, pemasangan ONLIMO di sungai dan danau tetap memiliki tantangan teknis yang perlu diperhatikan. Perangkat biasanya ditempatkan di area terbuka yang rentan terhadap banjir, sedimentasi, biofouling, korosi, hingga gangguan sinyal komunikasi. Kondisi ini dapat memengaruhi kestabilan alat dan kualitas data apabila sistem tidak dirancang sesuai karakteristik lokasi pemantauan.


Selain faktor lingkungan, keberhasilan implementasi ONLIMO juga dipengaruhi oleh pemilihan sensor, desain instalasi, kestabilan telemetri, metode kalibrasi, serta kemudahan maintenance di lapangan. Karena itu, penerapan ONLIMO sebaiknya dipahami sebagai pembangunan sistem monitoring yang utuh agar data yang dihasilkan tetap akurat, stabil, dan bermanfaat untuk pemantauan jangka panjang.


ONLIMO sebagai Dukungan Pengawasan Kualitas Air yang Lebih Modern

Di tengah meningkatnya kebutuhan data lingkungan yang cepat dan akurat, ONLIMO menjadi salah satu solusi yang semakin relevan untuk mendukung pengelolaan kualitas air daerah. Sistem ini membantu mengubah proses pemantauan yang semula manual menjadi lebih otomatis, real-time, dan terdokumentasi secara digital.


Bagi instansi atau pengelola yang ingin membangun sistem pemantauan kualitas air sungai dan danau secara lebih efektif, penerapan ONLIMO yang dirancang sesuai regulasi dan kebutuhan lapangan dapat menjadi langkah strategis jangka panjang. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan monitoring, tetapi juga untuk memperkuat pengambilan keputusan, pengawasan pencemaran, dan upaya perlindungan sumber daya air secara berkelanjutan.


Sumber:

Comments


bottom of page