top of page

Mengenal SPARING KLH: Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Industri Secara Real-Time

Aug 14
3 min read

Peningkatan aktivitas industri dapat meningkatkan jumlah air limbah yang dihasilkan. Jika tidak dikelola dengan baik, air limbah berpotensi mencemari lingkungan. Karena itu, pemantauan kualitas air limbah diperlukan untuk mendukung pengelolaan lingkungan industri.


Salah satu sistem yang digunakan adalah SPARING KLH atau Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah Secara Terus-Menerus dan Dalam Jaringan. Sistem ini memungkinkan parameter atau debit air limbah dipantau secara otomatis, kontinu, dan terhubung melalui jaringan.


Pengertian SPARING Sesuai Ketetapan KLHK

SPARING merupakan sistem untuk memantau, mencatat, dan melaporkan parameter dan/atau debit air limbah secara otomatis, terus-menerus, dan dalam jaringan. Penerapannya diatur dalam Permen LHK Nomor P.93/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 yang kemudian diubah melalui Permen LHK Nomor P.80/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019.


Sistem ini menggunakan perangkat seperti sensor, smart data logger, dan jaringan komunikasi untuk mengirimkan hasil pengukuran dari titik pemantauan ke pusat data. Dengan demikian, perubahan kualitas air limbah dapat dipantau tanpa hanya mengandalkan pengambilan sampel secara manual.


Perbedaan SPARING dan ONLIMO

SPARING dan ONLIMO sama-sama memanfaatkan teknologi pemantauan kualitas air secara otomatis, tetapi keduanya memiliki objek pemantauan yang berbeda.


SPARING digunakan untuk memantau kualitas air limbah dari kegiatan atau usaha, terutama pada titik penaatan sebelum air limbah dilepas ke lingkungan. Data pemantauan digunakan untuk mendukung pengawasan kualitas air limbah dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan.


Sementara itu, ONLIMO (Online Monitoring) ditujukan untuk pemantauan kualitas badan air, seperti sungai atau perairan lainnya. Dengan demikian, SPARING lebih berfokus pada sumber atau keluaran air limbah, sedangkan ONLIMO digunakan untuk mengetahui kondisi kualitas lingkungan perairan.


Parameter Wajib SPARING

Parameter yang dipantau melalui SPARING disesuaikan dengan jenis usaha, karakteristik air limbah, dan ketentuan yang berlaku. Dalam spesifikasi teknis Alat SPARING pada Permen LHK P.80/2019, parameter yang dicantumkan meliputi pH, NH₃-N, COD, TSS, dan debit air limbah.


Beberapa parameter tersebut memiliki fungsi berbeda dalam menggambarkan kondisi air limbah, yaitu:

  • pH, untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaan air limbah.

  • COD (Chemical Oxygen Demand), untuk menggambarkan kebutuhan oksigen dalam proses oksidasi bahan yang terdapat dalam air limbah.

  • TSS (Total Suspended Solids), untuk menunjukkan jumlah padatan tersuspensi.

  • NH₃-N (amonia), untuk memantau kandungan nitrogen dalam bentuk amonia.

  • Debit, untuk mengetahui volume atau laju aliran air limbah yang keluar dari titik pemantauan.


Permen LHK P.80/2019 juga menetapkan rentang pengukuran minimum untuk spesifikasi teknis alat, yaitu pH 0–14, NH₃-N 0–50 mg/L, COD 10–1.400 mg/L, TSS 0–2.000 mg/L, sedangkan rentang debit disesuaikan dengan kondisi air limbah yang dikeluarkan.


Transmisi Data ke SIMPEL KLHK

Salah satu bagian penting dalam SPARING adalah transmisi data. Sistem tidak hanya melakukan pengukuran, tetapi juga mengirimkan data hasil pemantauan melalui jaringan agar dapat digunakan dalam sistem pemantauan dan pelaporan.


Regulasi SPARING menjelaskan bahwa teknologi jaringan dan komunikasi data dapat menggunakan jaringan GSM atau internet untuk menghubungkan perangkat pemantauan di lokasi dengan pusat data. Sistem juga menggunakan smart data logger sebagai bagian dari perangkat pemantauan.


Data yang diperoleh dari sensor diproses oleh smart data logger sebelum dikirim melalui jaringan komunikasi. Selanjutnya, data diteruskan ke server dan sistem SPARING sehingga hasil pemantauan dapat diterima dan digunakan untuk kebutuhan pemantauan serta pelaporan secara lebih cepat.


Pentingnya SPARING dalam Pengelolaan Air Limbah Industri

SPARING memberikan pendekatan pemantauan yang lebih kontinu dibandingkan pemantauan yang hanya mengandalkan pengambilan sampel secara berkala. Data yang diperoleh dapat membantu perusahaan mengetahui perubahan kualitas air limbah dan mengevaluasi kinerja pengolahan air limbah.


Dengan dukungan SPARING KLH, perusahaan dapat memperoleh data pemantauan yang lebih konsisten sebagai dasar evaluasi pengelolaan air limbah. Pemanfaatan data tersebut juga membantu perusahaan melakukan tindakan lebih cepat ketika terjadi perubahan kualitas air limbah serta mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan sesuai ketentuan.


Sumber:

Comments


bottom of page